img

Hijrah Kuy! Dengan Belajar Tasawuf

  • 18IIK230 Salwa Syahru Rohmatul
  • 16 Sep 2020 13:30
  • Akhlak

Hijrah Kuy!

Dengan Belajar Ilmu Tasawuf

 

 

     Islam adalah agama yang mengajarkan tentang kedamaian dan berbudi luhur. Sebagaimana yang telah diketahui banyak orang bahwa kaum muslim Membawa ketentraman bathiniyah dan lahiriyah dari mulai tingkah laku dan tutur kata, tentu hal tersebut telah diperintahkan oleh Allah swt dan disampaikan oleh para utusan allah yang mengajarkan tentang ihsan, dimana ihsan terdapat dalam ilmu tasawuf yang akan kita bahas kali ini. 

 

> Kedudukan Tasawuf dalam Islam

     Seperti yang kita ketahui, bahwa islam memiliki pokok pokok ajaran yaitu iman islam dan islam atau bisa dibilang tauhid ibadah dan akhlak, yang menjadi sorotan di materi ini ialah ihsan yang berarti ma'rifat kepada Allah swt, menyaksikan dirinya selalu diawasi oleh Allah swt. Dengan begitu ia akan memiliki akhlak yang baik bagi dirinya dan kepada tuhannya. 

Untuk memiliki iman yang kokoh maka belajar tauhid, untuk bisa beribadah yang benar maka belajar syariat dan untuk menjadi seorang yang ihsan/muhsin maka belajar tasawuf. 

Maka kedudukan tasawuf dalam. Islam sama saja sebagai jalan untuk menguatkan pondasi islam atau ajaran pokok islam. 

 

> Manfaat Tasawuf 

     Dalam mempelajari sebuah ilmu pasti memiliki sebuah manfaat, bisa bagi kita ataupun orang lain, nah apa sih manfaat nya mempelajasi ilmu tasawuf? Tentu ada, berikut adalah manfaat mengamalkan ilmu Tasawuf:

1. Kita akan menjadi pribadi yang sholeh dan berakhlak 

2. Kita akan selalu diawasi oleh Allah , yang menjadilan kita muslim yang taat

3. Akan membawa kita dekat dengan Allah swt

4. Sebagai teladan di zaman sekarang tentang moral yang kian kemari semakin jauh dari di ajarkan oleh Rosulullah saw

 

> Tujuan Tasawuf 

     Tujuan tasawuf adalah Mendekatkan diri pada Allah swt/ cinta yang bersifat ketuhanan, cinta kepada Allah adalah tujuan yang paling luhur dalam segenap maqamat-maqamat yang ada. 

    Jadi, Inti dari Tasawuf sendiri, bertujuan memperoleh hubungan langsung dengan Allah swt, dan perlu diingat bahwa kita tidak boleh melanggar aturan yang ada di al quran dan sunnah, baik aqidah atau pun tata cara pengamalannya. 

 

> Sejarah Tasawuf

     Tasawuf mengalami perkembangan yang sangan pesat, berawal dari upaya mencontoh kehidupan Rasulullah saw, perilaku dan kepribadian Nabi Muhammad lah yang dijadikan tauladan bagi para sahabat yang kemudian berkembang menjadi doktrin yang bersifat konseptual. 

     Menurut catatan sejarah dari sahabat Nabi yang pertama sekali melembagakan tasawuf yaitu dengan cara mendirikan madrasah tasaufadalah Huzaifah bin Al-Yamani, sedangkan Imam Sufi yang pertama dalam sejarah Islam adalah Hasan Al-Basri (21-110 H) seorang ulama tabi’in, murid pertama dari Huzaifah Al-Yamani beliau dianggap tokoh yang paling pertama meletakkan dasar ilmu tasawuf. Hasan Al-Basri adalah orang yang pertama memperaktekkan, berbicara menguraikan maksud tasawuf sebagai pembuka jalan generasi berikutnya.

     Tasawuf sebagai sebuah disiplin keilmuan Islam, baru muncul pada abad ke 2 H/13 M. Namun, sebagai pengalaman spiritual , tasawuf telah ada sejak adanya manusia, Usianya setua manusia. Semua nabi dan Rasul adalah Sufi, yang tidak lain adalah manusia sempurna (insan kamil). Nabi Muhammad adalah Sufi terbesar karena beliau adalah manusia sempurna yang paling sempurna.

 

> Kaitan Tasawuf dengan Tarekat

     Jika kita cari tahu dari pengertian, tasawuf adalah usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sedekat mungkin, melalui penyesuaian rohani dan memperbanyak ibadah, lalu tarekat adalah jalan yang ditempuh untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. 

Dari kedua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa tasawuf sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada allah maka harus dibarengi dengan cara cara atau tarekat, dimana sebuah tarekat berbeda beda disetiap aliran, sesuai yang diajarkan guru kepada murid.

     Agar lebih memahami kaitan antara tasawuf dan tarekat, mari kita bahas mengenai Tarekat Qadariyah Wa Naqsabandiyah

 

> Tarekat Qariyah Wa Naqsabandiyah

     Tarekat ini merupakan gabungan dari dua ajaran tarekat, yaitu Qadiriyah dan Naqsabandiyah. Tarekat ini berdiri pada abad XIX M/19M oleh seorang sufi besar berasal dari Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia, yaitu Syaikh Achmad Khotib Al-Syambasi al-jawi (w. 1878 M). 

=> Ajaran Pokok Tarekat ini, yaitu:

1. Tentang kesempurnaan Suluk

2. Adab (Etika) 

3. Dzikir, dan

4. Muraqabah

=> upacara ritual dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai sebuah jam’iyyah.Yaitu; pembai’atan, khataman, dan manaqiban. 

    Seorang pengamal thoriqoh ini setiap selesai sholat lima waktu harus melakukan dzikir sebanyak 165 kali, dengan tatacara sebagai berikut:

·membaca istiqfar 3x

·Membaca sholawat 3x

·Robhitoh mursyid (mengigat guru yang mengajarkan dzikri sebagai peryataan bathin bahwa dirinya mengikuti ajaran tersebut)

Demikan juga harus melakuka dzikir ismu dzat (menyebut Alllah,Allah,Allah) dalam hati sebanyak 500kali dalam sehari semalam. Amalan dzikir ismu dzat ini bisa dilakukan satu kali duduk, bisa juga dilaukan secara kredit setiap habis sholat fardu.

 

> Kelebihan dan kekurangan Tarekat Qadariyah Wa naqsabandiyah

•Kelebihan

 1) Tarekat ini memiliki pemahaman sunni yaitu mengikuti alquran dan sunnah

 2) memfokuskan pada kesempurnaan suluk, adab, dzikir dan muraqabah

•Kekurangan

 1) di google tidak ada informasi atauk bacaan Dzikir Jahar Nafi Itsbat dari Thariqah Qadariyah dan Dzikir Sirri Ism Dzat dari Thariqah Naqsabandiyah

     Jelas tarekat ini muktabarah karena Beliau merupakan Mursyid Thariqah Qadariyah lalu di Mekkah adalah pusat penyebaran Thariqah Naqsabandiyah lali beliau mendapat bai'at dari tarekat tersebut. Kemudia beliau menggabungkan inti ajaran kedua tarekat tersebut. 

     Menurut penelitian KH. Wahab Hasbullah (tokoh pendiri NU), di dunia Islam sekarang ada 44 tarekat mu’tabarah termasuk di dalamnya Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah. 

 

> Cara Pengamalan Tasawuf 

     Dari banyaknya tarekat, setiap ajarannya terdapat cara pengamalannya dengan berdzikir dalam konteks bacaan yang berbeda beda, namun sama dalam makna memuji mengagungkan tuhan dan mendekatkan diri kepada Allah swt. Namun bagi kita yang awam, disetiap selesai sholat dan setiap hembusan nafas kita maka berdzikirlah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. 

 

> Setelah memahami materi tasawuf, maka akan sia-sia jika tidak di amalkan, betull?

Mari kita sama sama berubah lebih baik dari hari sebelumnya dengan selalu mengingat kepada Allah swt, takut akan peringatan Allah swt dan yakin akan janji manis Allah yang tidak akan pernah ingkar. 

Yuk mari berhijrah:) 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

All Comments

No Comments

Your Comment

Sponsor

Categories

Top News

Tags

Share Links