img

Pengembangan Pembelajaran PAI

  • A. Sulaiman
  • 11 Apr 2021 20:19
  • Exciting Classrooms

Bagi pendidik, sesuai konteks zaman yang sedang berkembang, dewasa ini terdapat beberapa harapan, kenyataan dan juga tantangan . Baik harapan, kenyataan, dan tantangan tersebut harus disikipai secara positif oleh guru.

 

Harapan yang paling utama adalah harapan yang menjadi regulasi dari pemerintah sekaligus harapan semua elemen masyarakat, yakni keterwujuduan guru yang profesional

Guru yang profesional memiliki sejumlah kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. 

Namun fakta menunjukkan, baru-baru ini, telah dilaksanakan Asesmen Kompetensi Guru (AKG) Guru Madrasah Aliyah pada beberapa mata pelajaran, dan hasilnya nampak belum terlihat menggembirakan.

Output dari keberadaan guru yang profesional ialah menciptakan pembelajaran yang efektif yang melahirkan siswa memiliki kompetensi yang diharapkan.

Dalam konteks Guru Pendidikan Agama Islam, harapan yang paling spesifik ialah dapat meningkatkan pengetahuan mengenai agama Islam peserta didik, menguatkan akidah peserta didik, meningkatkan amaliyah ibadah serta meningkatkan kualitas akhlakul karimah peserta didik.

Aspek pengetahuan Islam dari mulai aspak akidah, ibadah, syariah, maupun akhlak. Pengalaman yang penting ialah pengamalan keagamaan dalam keseharian peserta didik serta yang paling penting ialah akhlak peserta didik yang meningkat.

Namun fakta juga menunjukkan ada sejumlah kenyataan yang sekaligus merupakan tantangan bagi guru. Di tengah derasanya arus globalisasi, informasi serta budaya yang diakibatkan massifnya keberadaan internet.

Kita disuguhkan dengan keadaan yang menyesak dada.

Sebut saja misalnya adanya perilaku kenakalan remaja, tawuran, perilaku pergaulan bebas, persekusi guru, minum-minuman keras, narkoba, seks bebas, bahkan ada yang hamil di luar nikah, serta perilaku lainnya yang negatif.

Belum lagi ditambah adanya pandemi Covid 19 yang telah berdampak luas pada seluruh aspek kehidupan kita saat ini, tak terkecuali pada aspek pendidikan, telah mengubah paradigma kita dalam beraktivitas, moda dalam jaringan (daring) bahkan menjadi fakta tersendiri yang kita hadapi saat ini.

Pandemi tersebut pula telah memasifkan keberadaan internet, yang mau tidak mau, semua hal tadi harus disikapi secara positif oleh pendidik.

Menyikapi hal-hal tadi, ada sejumlah hal yang harus dilakukan oleh pendidik, diantaranya.

Pertama, suguhkan konteks dunia nyata peserta didik dalam pembelajaran. Ini menjadi penting agar pembelajaran nampak real bagi peserta didik, tidak abstrak, tidak nampak gaib. Konteks dunia nyata ini dapat berupa data, fakta, atau informasi yang terjadi di sekitar siswa. Dengan menyuguhkan konteks dunia nyata, siswa memandang bahwa pembelajaran yang mereka hadapi adalah bagian dari pelajaran hidupnya yang harus dipelajari.

 

Konteks nyata ini berfungsi sebagai memperkuat daya ingat otak kiri peserta didik.

Kedua, Suguhkan aspek inspiratif. Ini menjadi penting, agar pembelajaran yang dihadapi siswa memiliki makna bagi kehidupannya. Aspek inspiratif ini dapat berutpa kisah, cerita, dongeng, gambar qoute, atau gambar yang menggugah perasaan. Aspek inspiratif ini pula berfungsi untuk memperkuat aspek otak kanan peserta didik.

 

Ketiga, suguhkan aspek strong why. Strong why adalah alasan kuat, alasan kenapa siswa harus mempelajari materi yang akan dibahas. Strong why dapat berupa aspek akibat dan manfaat. Visualisasikan keduanya dengan bagus, dan gunakan teknologi yang tepat agar siswa merasa materi tersebut penting untuk dipelajari dan diamalkan. Dalam teori quantum learning, aspek ini adalah yang disebut sebagai AMBAK atau apa manfaatnya bagiku.

 

Keempat, jadilah partner belajar. Adanya covid 19 telah mengubah cara pandang dalam pendidikan, kehadiran guru semakin berkurang. Agar chemistry guru dan peserta didik tidak hilang, maka perlu tetap menjalani komunikasi yang efektif di luar jam sekali pun. Hal ini dilakukan dapat melalui sekolah yang membuat jadwal pembinaan atau oleh guru langsung melalui grup media yang ada.

 

Kelima, gunakan IT dengan kreatif.  IT tidak dipungkiri memudahkan proses pembelajaran. Apalagi saat ini siswa begitu nampak memiliki ketergantungan dengan gawai. Maka guru harus hadir dalam ruang digital mereka, misalnya melalui website, video pembelajarna, video quote, melalui platform media sosial yang ada.

 

Itulah nampaknya beberapa hal yang harus disikapi dan dikembangkan guru, secara khusus guru PAI. Pengawasan, kontrol sosial, serta pembinaan walaupun secara online harus tetap berlangsung.

 

Harapannya, terwujdunya proses pembelaajaan yang mendekatkan diri peserta didik pada Allah SWT, mengamalkan agamanya serta berakhlakul karimah.

 

Namun, kata kunci dari semunya adalah hadirnya ruh guru dalam mendidik. Sebagus apapun metode, alat dan media, tanpa ruh guru yang tidak hadir di dalamnya, semua itu akan sia-sia.

 

Semoga kita semua, termasuk guru yang memiliki ruh dalam mendidik, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang ada.

 

Wallahu'alam.

 

Form Pendaftaran Online , bagi yang belum, klik di sini.

 

Download Materi, klik di sini

 

 

 

All Comments

No Comments

Your Comment

Sponsor

Categories

Top News

Tags

Share Links